April 29, 2009

Media Pembelajaran (1)


Zaman sudah semakin canggih, berbagai peralatan telah banyak diciptakan, bahkan teknologi pendukung juga mengimbangi peralatan tersebut. Tidak dapat kita hanya berdiam dan sebagai penonton saja.
Pada kesempatan ini saya mencoba memberikan sedikit pengetahuan untuk rekan-rekan yang beraktifitas di dunia pendidikan/ tenaga pendidik /instruktur / guru khususnya pada jenjang SD, SMP, dan SMA untuk mencoba mengambil dan menyimpan bahan pelajaran pada jenjang tersebut dengan bentuk Bahan Pembelajaran Menggunakan Media Elektronik. Yang nantinya dapat rekan-rekan sampaikan dan gunakan sebagai Media Pembelajaran yang Berbasis Multimedia.

1. Perangkat yang diperlukan
a. Spesifikasi Computer ( Minimal )
• Processor Pentium 3 ( usahakan di atas 450 MHz)
• RAM 128 MB
• VGA Card yang mendukung minimal resolusi 640 x 480 atau lebih tinggi
• Soundcard
• Harddisk 10 GB
• CD RW atau DVD RW
• Satu 1 slot PCI
• Sistem Operasi Windows 98/ME/XP

b. Hardware / Perangkat keras yang diperlukan:
1) TV Tuner ( External / Internal / PCI TV Tuner ), atau
2) Digital Satelite Receiver for PC ( USB / PCI ), atau
3) Video capture card .

2. Merekam siaran menggunakan TV Tuner
a. Instalasi Hardware dan Software
Pastikan TV Tuner card ( Internal/External) sudah terpasang dengan baik dan benar, selanjutnya Instal Software dengan CD Drive yang disediakan dari pabrik, ikuti buku petunjuk Pemakaian


Gambar Card TV Tuner


Gambar Input dan Output

b. Langkah-langkah perekaman
Buka program TV tuner di start menu, klik
Start >> Programs >> Honestech >> Honestech TVR >> Honestech TVR

*** Honestech harap disesuaikan dengan Merk yang digunakan


Akan muncul gambar pada layar monitor seperti ini :


Memilih sumber siaran TV.
Klik salah satu :
TV  untuk sumber siaran dari antenna TV atau TV Cable
Composite  untik sumber siaran dari receiver parabola, VCD/DVD Player
S-Video  untuk sumber dari alat yang memiliki output S – Video
FM Radio  untuk menerima siaran radio FM

Mencari channel TV yang diinginkan
Klik scan ( ini untuk auto scan )


Untuk mengatur hasil scan dan rekaman klik setting properties


Tampil menu Property Setting, dengan pilihan menu:

TV setting
(untuk mengatur sumber siaran: TV atau TV Cable)
Category  Pilih TV
Country  Select Your Country  Indonesia
Operation Mode  By Order Number
Klik Auto Scan untuk memulai pencarian Channel
Setelah semua channel bisa ditangkap, beri centang (√) pada nomor order agar channel bisa dicari melalui remote

Record Setting
Klik Profile  untuk memilih jenis kualitas rekaman yang diinginkan.
 Untuk kualitas rekaman setara VCD gunakan format MPEG-2 dengan asumsi 1 jam rekaman ± 3600 MB
Size : 320 x 240
Qulity : Normal
Encoding Speed : Fastest
Frame Rate : 25.00
Bitrate : 8000
Work Directory  untuk menyimpan file yang kita record  Browse  pilih folder untuk menyimpan  contoh : sosi_07




Kemudian klik OK

Memulai Perekaman

1. Perekaman Langsung
• Buka aplikasi Honestech TVR
Pilih Start  Programs  Honestech TVR  Honestech TVR
• Cari Channel yang ingin di rekam



• Masuk ke menu Setting Properties  Record Setting  Atur  OK
• Klik tombol REC



Setelah selesai akan muncul di kotak dialog di bawah player dari TVR. Biasanya akan muncul cap00.mpg dan seterusnya.



Setelah selesai perekaman bisa langsung di Play dengan meng-klik tombol Play.


2. Perekaman dengan menggunakan Jadwal (SCHEDULE)
• Buka aplikasi Honestech TV R
• Cari Channel yang ingin di rekam
• Lihat Jadwal Siaran
• Masuk ke menu Setting Properties  Scheduler  Atur OK


Add  untuk membuat jadwal baru
Edit  untuk mengubah jadwal yang sudah ada
Delete  untuk menghapus jadwal yang sudah ada



Caranya :
Add  Input Source Sumber Siaran dari mana?
Channel  nomor channel yang ingin direkam
Every  untuk jadwal sekali rekam , harian atau mingguan
Mode  pilih Rec untuk merekam
Start Time  kapan kita mulai merekam; tanggal dan waktu perekaman.
How Long  berapa jam atau menit atau detik yang ingin kita rekam.
After schedule recording
Agar jadwal tidak hilang jangan centang (√) Record schedule item will deleted.

• Klik Add



• Klik tombol REC



Komputer akan merekam secara otomatis sesuai dengan jadwal perekaman yang sudah direncanakan/ disimpan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Untuk memudahkan pencarian file perekaman ,beri judul/nama setiap materi siaran yang direkam
2. Setelah file di Back-up atau dipindahkan ke VCD, hapus file agar tidak membebani hardisk computer
3. Disetiap keeping VCD beri keterangan yang jelas tentang isi VCD, seperti Judul/nama file , tanggal perekaman dll.agar tidak tertukar dengan VCD lainnya

Semoga Bermanfaat ... !

April 28, 2009

Cara Baru Mendapatkan PageRank

Berikut ini merupakan sebuah cara untuk mempercepat blog anda mendapatkan pagerank. Mau tau gimana caranya. Hal ini tak lebih merupakan suatu cara untuk saling berbagi link antar blogger. Sistemnya adalah dengan menyebarkan link teman sekaligus link anda akan tersebar lebih luas. Jadi link akan berlipat ganda seiring anda mempromosikan link anda. Caranya adalah



dengan sistem berbagi.Sahabat blogger Indonesia :- Tips dan Trik Blog - Learning Education and Bussines: personal blog tentang trick dan tips blogging- One 4 All: Place to share that all I konw.- www.google.com search engine- idonbiu : indonesia article directory- mangjaya: personal blog- baliblogier : blogging dan computer- www.donkelor.blogspot.com : all about health article- Facebook Tutorial : tutorial facebook lengkap- ?- Link and disini
Copy paste artikel ini dari awal sampai akhir dan jangan lupa tambahkan link blog anda di akhir deretan link tersebut. Dan promosikan artikel anda ke blogger lain. Ini akan membatu menambah banyaknya link yang masuk.Semoga dengan cara berbagi seperti ini kita semua bisa berbagi link dan saling mendukung sesama blogger Indonesia.Lanjutkan posting ini…Salam Blogger Indonesia…Nb : Jika sudah posting kasih tau saya lewat komentar,biar saya masukkan juga link anda di artikel ini.

Maju Terus Blogger ....

Bunuh Diri dengan Search Engine dan Kata


Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan pencari informasi di internet
Problem-problem yang dihadapi oleh para pencari informasi bukan melulu disebabkan oleh struktur pertumbuhan informasi di internet itu sendiri. Malah kebanyakan, problem mencuat sebagai akibat beredarnya mitos di tengah para pencari informasi mengenai alat yang dipergunakannya. Bahkan, lebih sering, problem itu muncul karena kesalahan dalam memilih kata kunci dan tempat pencarian. Mereka seakan bunuh diri dengan alat pencarian dan kata yang dipilihnya sendiri.


Search Engine Tidak Menampung Internet
Ada sekian banyak mitos mengenai search engine. Dari mitos-mitos itulah seringkali problem-problem yang dihadapi para pencari informasi bermunculan. Salah satunya adalah anggapan bahwa apa pun yang tersedia di internet dapat ditemukan lewat search engine. Search engine dipandang seolah-olah tempat yang menampung seluruh isi internet. Atau, search engine dianggap seolah-olah bisa menghubungkan kita ke seluruh sajian di Internet. Mari kita buktikan. Saya mengakses Undang-undang No. 26 Tahun 1999 Tentang Pencabutan Undang-undang Nomor II/PNPS/Tahun 1963 Tentang

Pemberantasan Kegiatan Subversi, yang terletak di http://www.ri.go.id/produk_uu/isi/produk_99/uu1999/uu-26-99.htm (lihat Gambar 1). Saya mencoba menemukan dokumen ini di Google dengan kata kunci yang jelas-jelas terdapat pada dokumen itu, yaitu “UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 1999”. Perhatikan bahwa saya menggunakan dua tanda kutip dalam kata kunci tersebut untuk mendapatkan hasil yang spesifik.


Gambar 1. Dokumen web yang terletak di http://www.ri.go.id/produk_uu/isi/produk_99/ uu1999/uu-26- 99.htm. Direkam pada 7/06/2005.

Apa yang Google berikan kepada saya? Hanya tiga dokumen! Namun, dokumen Undang-undang No. 26 Tahun 1999 yang terletak di server www.ri.go.id tidak berhasil ditemukan oleh Google. (Lihat Gambar 2)

Gambar 2. Hasil pencarian Google dengan kata kunci “UNDANGUNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 1999” pada 7/06/2005

Pada halaman lain buku ini telah disebutkan bahwa sampai bulan Oktober 2003 jumlah halaman web di internet diperkirakan
mencapai lebih dari 6 miliar. Halaman web adalah dokumendokumen yang berformat HTML. Cakupan search engine dalam menjelajah dan mengindeks dokumen di internet tidaklah sebanyak itu. Seperti dikutip Danny Sullivan, Google mengklaim sudah mampu mengindeks sekitar 3,3 miliar dokumen pada bulan September 2003.
Disusul oleh search engine AllTheWeb yang mencapai 3,2 miliar. Altavista ‘hanya’ sekitar 1 miliar dokumen. Dokumen-dokumen yang dimasud di sini adalah dokumen HTML, file PDF, dokumen Microsoft Office, dokumen teks, dan dokumen-dokumen sejenis itu.
Angka-angka ini memperlihatkan bahwa search engine yang ada baru mampu mencakup kurang dari separuh isi internet. Jadi, cukup jelas bahwa kita tidak mungkin menemukan seluruh isi internet lewat search engine. Artinya, untuk menemukan informasi, kita harus juga melirik alat dan tempat selain search engine. Pada bagian lain buku ini, kita akan coba mencari tahu bagaimana cara kerja search engine untuk memahami, mengapa tidak semua isi internet dapat ditemukan lewat search engine.

Masing-masing Search Engine Tidaklah Sama
Ada juga yang menganggap bahwa sekian banyak search engine yang sekarang tersedia pada dasarnya sama saja. Dengan begitu, satu search engine sama bagusnya dengan search engine yang lain. Berdasarkan anggapan itu, banyak pemula merasa hanya perlu tahu cara menggunakan satu search engine saja. Ini jelas mitos. Satu search engine jelas-jelas berbeda dengan search engine yang lain. Pada halaman sebelumnya, kita sudah tahu cakupan pengindeksan beberapa search engine, saling berbeda satu sama lainnya. Google telah mampu mengindeks 3,3 miliar dokumen, AllTheWeb 3,2 miliar, dan Altavista hanya sekitar 1 miliar dokumen. Search engine lain mungkin punya cakupan pengideksan yang berbeda lagi. Jika angka-angka di atas agak membingungkan Anda, mari kita lakukan uji coba kecil di beberapa search engine. Saya akan menggunakan kata kunci “yayan sopyan” (dengan dua tanda kutip yang mengapitnya) untuk mencari tahu seberapa banyak dokumen yang berkaitan dengan diri saya dapat ditemukan di beberapa search engine. Pada awal Juni 2005, untuk uji coba ini, saya akan menggunakan search engine Google (http://www.google.com), HotBot (http:/ /www.hotbot.com), Altavista (http://www.altavista.com), AllTheWeb (http://www.alltheweb.com), dan Lycos (http://www.lycos.com).

Hasilnya?
Google menemukan 715 dokumen yang berisikan kata yayan sopyan, tetapi hanya 43 dokumen yang benarbenar berkaitan dengan diri saya. Hotbot menemukan 27 dokumen yang berisikan kata yayan sopyan, 22 di antaranya memang berkaitan dengan diri saya. Altavista menemukan 515 dokumen, 42 di antaranya menyangkut diri saya. AllTheWeb menemukan 93 dokumen yang sesuai dengan kata kunci, dan hanya 16 dokumen yang berkait dengan diri saya. Sedangkan Lycos menemukan 27 dokumen, dan 22 di antaranya bersangkutpaut dengan diri saya. Sekurangnya ada 2 faktor yang menyebabkan masingmasing search engine menampilkan jumlah hasil pencarian yang berbeda. Pertama, adanya perbedaan cakupan pengindeksan pada masing-masing search engine seperti yang telah diungkapkan di atas. Kedua, masing-masing search engine memproses kata kunci “yayan sopyan” (dengan dua tanda kutip itu) secara berbeda pula. Bukan hanya pada 2 hal itu saja letak perbedaan antara satu search engine dengan yang lainnya. Masing-masing search engine juga menyediakan fasilitas yang berbedabeda. Google, misalnya, menyediakan fasilitas untuk melakukan pencarian di USENET atau newsgroup. USENET adalah sebuah wahana lain yang tersedia di internet, yang berbeda dengan web yang menjadi wahana paling populer saat ini, yang biasanya berisikan diskusi sebuah komunitas virtual. Altavista menyediakan fasiltas pencarian file video dan audio dengan berbagai format. AllTheWeb menyediakan fasilitas pencarian di server FTP. FTP merupakan sebuah wahana lain di internet yang lazimnya dipakai untuk penyimpanan dan pentransferan file. Dan Lycos menyediakan fasilitas pencarian untuk keperluan berbelanja. Ini berarti, meski kita telah menemukan sebuah search engine yang kita anggap cukup bisa memuaskan kebutuhan, tak ada salahnya untuk mencoba search engine lain. Siapa tahu search engine lain dapat memberikan hasil yang tak diberikan oleh search engine favorit kita. Tak ada salahnya untuk mencoba.

Pilihan Kata Kunci yang Tidak Tepat
Di luar mitos-mitos tadi, problem-problem pencarian di internet juga bisa disebabkan oleh kesalahan yang kita lakukan. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pencari informasi adalah kesalahan dalam memilih kata kunci (keyword) yang dicari. Kesalahan yang umum terjadi, pertama, adalah memilih kata kunci yang terlalu umum. Kesalahan ini akan mengakibatkan search engine menghadirkan banyak dokumen yang tidak sesuai dengan yang kita maksud. Katakanlah, Anda sedang melakukan riset mengenai tindak kejahatan di perkotaan untuk memperkaya novel yang sedang Anda tulis. Sebaiknya Anda tidak memilih kata kejahatan sebagai kata kunci dalam pencarian. Kata kejahatan terlalu bersifat umum sehingga mungkin saja Anda akan mendapatkan juga dokumen yang berkaitan dengan isu moral tentang kejahatan dan kebaikan, atau isu pelanggaran HAM mengenai kejahatan terhadap kemanusiaan. Boleh jadi kata kunci “kriminalitas di Jakarta” akan memberikan hasil yang lebih baik. Atau gunakan kata kunci yang lebih spesifik, misalkan seperti “perampokan nasabah bank”.

Kedua, memilih kata yang mempunyai banyak arti sebagai kata kunci tunggal. Misal, pemilihan kata jasa sebagai kata kunci tunggal, mungkin akan membuat search engine menampilkan dokumen mengenai jasa-jasa guru, atau perusahaan jasa telekomunikasi. Contoh dalam bahasa Inggris, misalnya, pencarian dengan kata bond sebagai kata kunci akan menghasilkan dokumen yang memuat financial bond, atau chemical bonds, atau James Bond.

Ketiga, menggunakan huruf kapital dalam kata kunci. Beberapa search engine bersifat incasesensitive, artinya mengabaikan perbedaan penggunaan huruf kapital. Namun, ada search engine yang bersifat case-sensitive, peka terhadap penggunaan jenis huruf.

Keempat, menggunakan stop word sebagai kata kunci. Istilah stop word mengacu ke sejumlah kata dalam bahasa Inggris yang dianggap tidak penting. Beberapa stop word di antaranya adalah kata after, also, an, and, as, at, be, because, before, between, but, before, for, from, however, if, in, into, of, or, other, out, since, such, than, that, the, there, these, this, those, to, under, upon, when, where, whether, which, with, within, dan without. Oleh beberapa search engine, stop word tidak dicatat untuk menghemat ruang penyimpanan dan mempercepat proses pencarian. Search engine akan mengabaikan stop word dalam kata kunci. Jika kita menjadikan kalimat to be or not to be, yang dicari oleh search engine kata not saja. Namun, Google masih tetap mencari stop word jika diapit oleh dua tanda kutip –sebagai sebuah frase. Cobalah ke Google, masukan kalimat to be or not to be sebagai kata kunci; dan bandingkan jika kata kuncinya diubah menjadi “to be or not to be” (perhatikan, ada dua tanda kutip yang mengapitnya).

Perintah yang Membingungkan
Ini masih berkaitan dengan kata kunci. Dalam sebuah pencarian, kata kunci bisa saja berupa satu atau serangkaian kata yang memang kita pilih untuk membimbing kita ke arah informasi yang kita kehendaki. Namun, kata kunci bisa juga berupa kombinasi antara kata-kata pilihan dan tanda-tanda yang menjadi perintah bagi program pencari dalam memproses kata-kata pilihan tersebut. Tanda-tanda perintah itu bisa berupa kata, yang disebut dengan operator logika boolean. Beberapa pencari informasi mungkin sudah cukup mahir dalam logika boolean. Sebetulnya, penjelasan mengenai logika boolean akan kita bahas pada halaman lain buku ini. Namun, mungkin ada baiknya sekarang kita sedikit berkenalan dengan boolean, yang terkadang menimbulkan problem bagi kita jika digunakan secara tidak tepat. Dalam konteks pencarian informasi di internet, logika boolean merupakan cara untuk menentukan kriteria pencarian. Boolean sangat membantu para pencari informasi untuk menentukan kriteria yang lebih spesifik dan mendekatkan teks kepada konteks yang dikehendaki oleh si pencari. Dua operator boolean yang paling populer adalah AND dan OR. Dilihat dari makna bahasa Inggrisnya, kita segera tahu manfaat kedua operator itu. Jika kita menjadikan yayan AND sopyan sebagai kata kunci, itu berarti program pencari diperintahkan untuk menemukan informasi yang mengandung kata yayan dan sopyan dalam satu dokumen. Dokumen yang hanya mengandung kata yayan saja, atau sopyan saja, akan dianggap tidak cocok dengan kriteria pencarian. Sedangkan jika yayan OR sopyan dijadikan kata kunci pencarian, program pencari akan mencari dokumen yang mengandung kata yayan, atau sopyan, atau yayan dan sopyan. Masalahnya, kedua operator logika boolean itu adalah kata yang secara tekstual juga punya arti. Ketika kita menuliskan romeo and juliete sebagai kata kunci, apakah yang sebenarnya kita kehendaki? Kita mau mencari dokumen yang mengandung kata romeo dan juliete? Ataukah, kita mau mencari informasi mengenai film atau naskah drama “Romeo And Juliete”?

Itulah sebabnya beberapa search engine memberlakukan cara tertentu untuk menuliskan operator boolean. Beberapa search engine mensyaratkan penggunaan huruf kapital dalam menuliskan operator boolean: Kata and dalam romeo AND juliete akan dianggap sebagai operator boolean; sedangkan dalam romeo and juliete akan dianggap sebagai kata biasa yang juga perlu dicari. Kelalaian dalam mengenali tata cara pencarian yang berlaku di sebuah search engine akan membuahkan kekecewaan bagi pencari informasi.

Salah Memilih Tempat
Problem-problem pencarian juga muncul sebagai akibat dari kesalahan dalam memilih tempat pencarian. Kebanyakan pemula terlalu meyakini bahwa situs web search engine satu-satunya tempat untuk melakukan pencarian informasi. Keyakinan ini terlalu berlebihan dan bisa mengecewakan mereka sendiri dalam mencari informasi. Kepala Anda akan bertambah pening, jika mencoba mencari tahu pengertian istilah USENET-yang disebut-sebut di halaman sebelumnya buku ini-lewat search engine. Google akan menyodorkan kepada Anda lebih dari 6 juta dokumen, jika Anda mencoba melakukan pencarian dengan menggunakan kata kunci USENET. Dan belum tentu Anda akan mendapatkan dokumen yang menjelaskan pengertian USENET dengan ringkas dan gamblang, sejak di halaman pertama hasil pencarian tersebut. Akan tetapi, Anda akan segera mendapatkan informasi yang tepat mengenai USENET jika Anda mencarinya di situs web Whatis (http://www.whatis.com). Situs web Whatis adalah salah satu situs web yang memang disiapkan sebagai pusat informasi mengenai istilah-istilah yang dipergunakan di dunia teknologi informasi. Dengan satu langkah pencarian, Anda akan segera mendapatkan penjelasan mengenai istilah USENET. Namun, situs web ini bukanlah tempat yang tepat jika Anda bermaksud mencari tahu mengenai komunitas virtual macam apa saja yang memanfaatkan USENET. Contoh lain, untuk mencari arsip berita-berita nasional, akan lebih efektif jika pencarian dimulai dari situs-situs web media nasional. Lazimnya, sebuah situs web yang berukuran sedang dan besar dilengkapi dengan fasilitas pencarian ke arsip dokumen yang dikelolanya. Namun, memang tidak ada jaminan bahwa kita akan dapat menemukan arsip dokumen yang penah dipublikasikan di situs web itu. Ada beberapa faktor yang dapat membuat arsip dokumen tak dapat ditemukan lewat fasilitas pencarian yang disediakan di situs web yang bersangkutan. Pertama, kualitas program pencari dokumennya buruk. Kedua, kualitas dan kemampuan peng-indeks-annya buruk. Ini dapat terjadi pada situs web yang menyimpan banyak dokumen dengan frekuensi updating yang sangat tinggi seperti situs-situs berita misalnya. Ketiga, dengan alasan tertentu, arsip-arsip dokumen tersebut ‘disembunyikan’ dari publik. Biasanya, hal ini dilakukan dengan alasan komersial dan penghematan ruang penyimpanan. Pada saat arsip dokumen berita nasional tidak ditemukan di tempat asalnya, para pencari informasi perlu sedikit memutar otak. Tempat pencarian bisa saja dialihkan ke tempat-tempat yang lazim mengutip berita-berita nasional. Misalnya, mailing list atau grup-grup diskusi online. Intinya sangat sederhana, yaitu carilah informasi di tempat yang tepat. Dan ada begitu banyak jenis alat bantu dan tempat pencarian informasi di internet. Selain situs web layanan search engine, kita dapat mencoba situs web kamus dan ensiklopedia, beberapa diantaranya tersedia secara gratis.

Ok semoga bermanfaat.....

April 25, 2009

Make Icon Online / Offline Yahoo Messenger In Your Blog

Hello everybody... this time I try sharing with you about how make your icon yahoo messenger if you Online or Offline with picture. I even also get it from somebody, and this time I will back share and explaining of it to of you all.
Like this icon below



This when you Online



This when you Offline





Follow this step :
1. Copy of the code below :







2. Paste in your html editing, to put this icon in your blog.
3. Change text color of red (excelalfarezi@ymail.com) in code html that with your ID Yahoo Messenger or your e-mail like that.
4. You can change your icon with replace the number (text blue color) t=9 to value t=... like 1, 2, 3, 4, so.. 16. (each number present the interesting icon like the picture below.)

Icon Yahoo Messenger in your Blog when you Online (number t=1 – 16)



Icon Yahoo Messenger in your Blog when you Offline (number t=1 – 16)


5. After your change your ID and value t from code, you SAVE Change.
6. Please your try with Online to YM, and browse your blog and see the Icon.
7. Good luck ....!

Selamat Mencoba .....

Information Communication and Technology (ICT) in Education


Potency ICT in Education
In blue print ICT for the education of, function ICT drawn by as a building . Consist of by foundation, pillar, and roof, as visible at picture here under.


Potency ICT in Education :
 Extending opportunity learn
 Improving efficiency
 Improving quality learn
 Improving quality teach the
 facility of skill Forming
 Pushing to learn the along the life have continuation
 Improving planning of policy and management
 Lessening digital difference

Pursuant to the picture, apply to the them to write down what function is walk at their school, and such function of which not yet walked at their school.
ICT as science warehouse, can be in the form of the reference of various available science and can be accessed by through facility ICT, knowledge management, expert network, network of between education institution, etc.


While ICT as a means of assist the study can be in the form of the assistive appliance teach for teacher, assistive appliance learn for student, and also assistive appliance of interaction between teacher with student.


As education facility, ICT at school can be in the form of the corner internet, digital library, class virtual, lab multimedia, electronic board, etc.










Supplementary factor And Resistor of Utilization ICT at school

Pursuant to a number of survey which have been conducted previously, there are some factor which often become the sigh of all teacher, for example; is not available of equipments, it’s costly access the internet, lack of knowledge and ability use the ICT, lack of policy support, etc.

At least there is five factor which must be fulfilled to the happening of optimalisasi of utilization ICT at school. the factor is infratsruktur, SDM, konten, policy, and cultural.
Utilize to support the optimalisasi of utilization ICT for the pendidkan of, a number of governmental policy and program have been launched, for example
1. Policy
a. The Forming Of Council of ICT National by Preseident
b. ICT become the important shares from strategic plan Department of National Education in supporting three pillar of policy of generalization and extension access; make-up of quality and competitiveness; and also arrange the public image and management.
c. Is immediately released by Rule of minister about concerning ICT for the Education
2. Infrastructure
a. Existence of aid of Block Grant ICT for the education
b. The available of connection broadband of network of national education ( Jardiknas )
3. Content
a. Ready of substance learn to base on the ICT and study activity is non conventional like edukasi.net.
b. containing special Television station 100% education, Television of Education (TVE)
c. Ready center the data and education information
d. Information system Management, like SIM Keu, Sim Peg, SIM Asest, NUPTK, Dapodik, etc.
4. Human Resources
a. Training for the teacher of other energy to education and in utilization ICT
5. Cultural
a. Socialization
b.Competition about ICT
c. E-Learning Award
Yeah that's good ........

 

Followers